Antara magis, naif, dan kritis October 13, 2009
Posted by alpha2006 in Asa's Note.trackback
Saya tertarik dengan bahan ajaran ibu Kristin saat pertemuan KI yang ketiga. Ia mengajarkan bahwa ada tiga jenis cara berpikir. Dari melihat 3 kata ini saja, saya langsung mencoba mencari apa perbedaan signifikan dari ketiganya. kemampuan untuk menganalisis dan mencari sebab-akibatnya. Itulah kata-kata yang saya gambarkan sebagai perbedaan di antara ketiganya. Berpikir kritis tentu saja yang paling baik karena melibatkan sisi logis dan emosional manusia dalam porsi yang seimbang. Sudah sepatutnyalah kaum cendekiawan seperti mahasiswa dan dosen selalu menggunakan cara pikir ini.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang kita berpikir magis atau naif karena banyak hal/pengetahuan yang tidak dapat dijelaskan dengan cara berpikir logis. Hal-hal semacam ini tentu mempunyai penjelasan, yang boleh kita percayai, boleh juga tidak, tergantung kepercayaan kita. Kita harus dapat dengan bijaksana memilah-milah pengetahuan agar dapat tetap berpikir kritis.
Comments»
No comments yet — be the first.