Pertemuan Ketiga Mata Kuliah Keterampilan Interpersonal October 13, 2009
Posted by alpha2006 in Anton's Note.trackback
Pada pertemuan kuliah keterampilan interpersonal ketiga, saya kembali difasilitatori oleh Ibu Kristin dengan topik lanjutan mengenai komunikasi. Beliau mengulang dan memperjelas lagi mengenai tingkatan-tingkatan komunikasi yaitu komunikasi intra pribadi (misal berdoa), komunikasi antar pribadi (misal berbicara dengan seorang teman), komunikasi kelompok (misal mengemukakakn pendapat di hadapan kelompoknya), komunikasi antar kelompok (misal berunding dengan kelompok orang lain), komunikasi organisasi (bisa dengan jalur vertikal atau horizontal dan bisa dalam format komunikasi formal dan nonformal), dan komunikasi dengan masyarakat. komunikasi intra pribadi (misal berdoa), komunikasi antar pribadi (misal berbicara dengan seorang teman), komunikasi kelompok (misal mengemukakakn pendapat di hadapan kelompoknya), komunikasi antar kelompok (misal berunding dengan kelompok orang lain), komunikasi organisasi (bisa dengan jalur vertikal atau horizontal dan bisa dalam format komunikasi formal dan nonformal), dan komunikasi dengan masyarakat.
Selain mengulang materi itu, beliau juga mengajarkan materi baru yaitu mengenai jenis-jenis komunikasi yaitu komunikasi magis, naif, dan kritis. Komunikasi magis adalah komunikasi dimana tidak menggunakan logika sehingga malah lari ke hal-hal yang magis, gaib, dan tidak masuk diakal. Biasanya dilakukan saat otak sudah tidak mampu berpikir logis sehingga malah berlari kearah hal-hal yang tidak masuk akal. Komunikasi naif adalah komunikasi dimana sudah menggunakan akal sehat namun masih terkadang menyerempet ke hal-hal gaib. Komunikasi yang dianjurkan oleh beliau untuk dimiliki seorang adalah komunikasi kritis, dimana merupakan komunikasi yang selalu mengedepankan logika, akal sehat, dan sifat kritis dalam berpikir dan menyampaikan pendapat maupun masukan.
Walaupun menganjurkan selalu menggunakan komunikasi kritis, namun kami juga diajarkan untuk tidak mengesampingkan fakta bahwa memang ada hal-hal metafisik yang mungkin terlihat sebagai hal gaib diluar sana, namun sebenarnya itu bukanlah hal magis dan sebagian dapat dijelaskan secara logis karena memang nyata adanya.
Comments»
No comments yet — be the first.