jump to navigation

PERTEMUAN KEENAM MATA KULIAH KETERAMPILAN INTERPERSONAL November 10, 2009

Posted by alpha2006 in Anton's Note.
trackback

Pada pertemuan keenam ini, kami semua diberi instruksi oleh Ibu Nessy untuk membawa perlengkapan perawatan pribadi kami masing-masing mulai dari sabun, shampo, odol , sikat gigi, parfum, peralatan make-up, bedak, gel rambut, dan lain sebagainya karena beliau akan membahas perawatan pribadi dan etika dalam berpenampilan dan bersikap secara profesional. Pada awalnya beliau menginstruksikan setiap kelompok untuk ada yang menjadi juru tulis, pengkritisi, dan volunteer. Setelah itu, yang menjadi volunteer diinstruksikan merapikan apa yang perlu dirapika dari penampilannya di depan sebuah cermin yang tidak proporsional. Setelah itu, volunteer tersebut ditanyakan satu persatu apa saja yang dirapikan, dan jawabannya beragam, mulai dari dasi, baju, dan sebagainya. Namun, beliau mengingatkan jika ingin merapikan penampilan, yang harus pertama dirapikan adalah wajah karena orang jika bertemu pasti pertama kali akan melihat wajah terlebih dahulu, setelah itu baru merapikan bagian tubuh dari atas sampai bawah. Selanjutnya beliau mengajarkan perawatan kulit wajah mulai dari yang normal hingga berminyak, rambut dan pemilihan shampo, telinga dan cara membersihkannya yang tepat, mulut dan gigi serta pemilihan ukuran sikat gigi yang tepat untuk pria dan wanita, serta mata dan cara merawatnya.
Setelah selesai dengan bagian kepala, beliau mengajarkan cara berpakaian yang baik bagi pria dan wanita terutama jumlah aksesoris maksimal yang boleh dikenakan siang atau malam. Pemilihan ikat pinggang yang warnanya harus sesuai dengan warna sepatu. Pemilihan warna dan corak dasi yang cocok untuk warna dan corak kemeja yang berbeda. Setelah itu pada akhir sesi, beliau mengomentari penampilan wanitanya secara tertutup untuk wanitanya saja.
Setelah penampilan, beliau membahas cara berjalan dan gesture tubuh yang tepat, yaitu saat jalan harus pandangan lurus ke depan, tegap, serta berjalannya pun harus diusahakan lurus juga. Pada saat presentasi dan dalam kondisi santai, tangan tidak boleh dimasuukan ke kantung celana karena itu berarti presenter menyembunyikan sesuatu kepada audiance ataupun tidak boleh melipat kedua tangan karena itu seperti anda diatas audiance posisinya, yang paling baik adalah gaya tangan seperti berdoa atau telapak tangan menghadap ke atas sambil ditempelkan dengan telapak tangan yang lain. Pada saat wawancara kerja di meja, jangan pula tangan semua naik ke atas meja, maksimal hanya sampai pergelangan tangan boleh ada di atas meja dan dilarang keras duduk menyeder kursi, harus tetap dalam posisi siap. Pada saat keluar ruangan, sebelum membuka pintu untuk keluar, harus menghadapkan wajah dulu kepada pewawancara lalu menutup pintu dengan sopan dan tidak boleh membanting pintu.
Dari kuliah kali ini, saya mendapatkan pelajaran praktek yang berharga dalam merawat diri saya sendiri dan bagaimana caranya memiliki body language yang baik saat presentasi, bertemu orang lain, ataupun diwawancarai. Saya berharap suatu saat dapat saya praktekkan dengan tepat dan dalam kondisi yang tepat pula.

Advertisement

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.